[hakekatku_00] Sudah Diselesaikan Secara Damai: Koruptor UPS DKI Jakarta Juga Keruk Ratusan Milyar Uang Negara di Universitas Negeri Surabaya

classic Classic list List threaded Threaded
1 message Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

[hakekatku_00] Sudah Diselesaikan Secara Damai: Koruptor UPS DKI Jakarta Juga Keruk Ratusan Milyar Uang Negara di Universitas Negeri Surabaya

Bagus Muslimin
Apakah sudah diselesaikan secara damai ?

Warta Andalas
http://wartaandalas.com/berita-dugaan-korupsi-ratusan-milyar-di-unesa-modus--pelaku-sama-dengan-ups-dki-jakarta.html
Koruptor UPS DKI Jakarta Juga Keruk Ratusan Milyar Uang Negara di Universitas Negeri Surabaya

Alamak - Aliansi Masyarakat AntiKorupsi, meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) agar serius dalammengusut tuntas dugaan korupsi bernilai ratusan milyar di Universitas NegeriSurabaya (Unesa).
Menurut Budi Santoso, ketua Alamak, pengusutan dugaankorupsi ini diharap bisa membongkar tindak pidana korupsi yang masif,terstruktur & terorganisir, yang bisa jadi bagaikan mafia yang telahmenggurita dalam merongrong keuangan negara.
"Indikasinya diantaranya bahwa modus dan pelaku dalamdugaan korupsi di Unesa ini adalah sama dengan dugaan korupsi UPS(Uninterruptible Power Suply) di DKI Jakarta yang saat ini sedang disidangkandi pengadilan tipikor (tindak pidana korupsi) bahkan ada sebagian pelakunyatelah mendapat vonis dari hakim", ujar Budi.
Sebagaimana diketahui, di DKI Jakarta uang ratusan milyardibelanjakan untuk barang2 yang sebenarnya tidak diperlukan oleh sekolah,karena UPS dengan kapasitas yang besarnya bisa untuk menghidupkan komputer untukkebutuhan sebuah kota/propinsi jika listrik padam, tentunya hal ini sangatmubazir.
Padahal untuk keperluan komputer disekolah jika listrikpadam hanya diperlukan gen set ataupun jika diberi UPS cukup yang berkapasitassesuai kebutuhan sekolah yang harganya tidak sampai Rp. 10 juta. 
Apalagi kemudian ternyata barang yang dibeli dengan danaratusan milyar itu, sejak awal tidak bisa berfungsi karena berbagai hal, danbanyak yang tidak bisa dipakai karena barang yang disuplai ternyata adalahbarang yang sudah rusak, karena kualitasnya tidak bagus. 
Sehingga tampak bagaimana uang ratusan milyar yang harusnyabisa dipakai untuk pembangunan ternyata dihambur2kan untuk hal yang tidakperlu, karena adanya dugaan korupsi & mark-up untuk memperkaya pihaktertentu tapi akhirnya kejahatan yang sangat terencana itu terbongkar dan saatini kasusnya disidang di pengadilan tipikor.
"Demikian juga dengan yang terjadi di Unesa, bisadilihat bagaimana uang ratusan milyar yang harusnya diprioritaskan untukpembangunan sebuah universitas, tapi ternyata ada dugaan mark-up &dibelanjakan untuk barang2 yang sebenarnya tidak diperlukan. Apalagi kemudianternyata barang yang dibeli dengan dana sebesar itu tidak bisa berfungsi karenakualitasnya tidak bagus." tutur Budi
"Yang tampak mencolok adalah, bisa dilihat ternyata adadugaan bahwa modusnya, para penyedia barangnya, distributornya, importirnya danorang2nya  ya itu-itu saja, sama persis dengan para pelaku korupsi UPSDKI", ujarnya
Untuk diketahui, program yang dibiayai oleh APBN tahun 2011yang diduga dikorupsi dengan modus & pelaku adalah sama dengan korupsi UPSDKI itu diantaranya adalah:
1. Pengadaan Peralatan Laboratorium Riset Terpadu BidangTeknik Universitas Negeri Surabaya dengan kode lelang 5162 senilaiRp. 27 milyar (HPS Rp. 26.926.141.000,00) dengan penyedia barang adalah CV.Tunjang Langit yang beralamat di RUKO GRAHA INDAH B-02, Jl. Gayung KebonsariSurabaya
2. Pengadaan Peralatan Laboratorium Pembelajaran UniversitasNegeri Surabaya dengan kode lelang 6162 senilai Rp. 50 milyar (HPS Rp.49.925.268.000,00) dengan penyedia CV. Adikersa yang beralamat di Jl. Jemurandayani 50 Blok E 52-53 Ruko Surya Inti Permata Surabaya
3. Pengadaan Peralatan Laboratorium MIPA Dasar FakultasMatematika dan IPA Universitas Negeri Surabaya dengan kode lelang 8162 senilaiRp. 15 milyar (HPS Rp. 14.925.000.000,00) dengan penyedia barang adalah CV.Gunado Utama yang beralamat di Jl. I Gusti Ngurai Rai Ruko Mall Klender Blok B2No. 1 Lt. 2 Rt. 008 Rw. 006 Kel. Klender Kec. Duren Sawit - Jakarta Timur
4. Pengadaan Peralatan Laboratorium Fakultas MIPA dengankode lelang 2162 senilai Rp. 26 milyar (HPS Rp. 25.991.000.000,00) denganpenyedia barang PT. Pancamaya Buana yang beralamat di Komplek Inkopal Blok GNo. 61 Kelapa Gading Jakarta Utara
5. Pengadaan Peralatan Laboratorium Fakultas Teknik dengankode lelang 1162 senilai Rp. 45 milyar (HPS Rp. 44.999.830.000,00) denganpenyedia barang CV. Generasi Global Perdana yang beralamat di Wisma MitraSunter Unit 11-05 Jl. Yos Sudarso Kav. 89 Blok C.2 Kel. Sunter Jaya, Kec. Tg.Priuk, Jakarta Utara
6. Pengadaan Peralatan Laboratorium Sport Science FakultasIlmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya dengan kode lelang 3162 senilaiRp. 15 milyar (HPS Rp. 14.922.710.000,00) dengan penyedia barang PT. PutraUtara Mandiri yang beralamat di Jl. Kramat Raya 7 - 9 Gd. Centra Kramat Blok A- 14 Kramat - Jakarta Pusat
7. Pengadaan Peralatan Laboratorium MIPA Terpadu UniversitasNegeri Surabaya dengan kode lelang 4162 senilai Rp. 10 milyar (HPS Rp.9.925.811.500,00) dengan penyedia barang PT Berdikari Mandala Pratama yangberalamat di Jl.Pucung Raya No. 8 RT. 012 RW. 004 Balekambang, Kramat Jati -Jakarta 
Direktur CV Tunjang Langit,Ulya Abdillah ketika dihubungi ponselnya 085732744***, Wakil Rektor Unesa KetutPrasetyo melalui ponselnya 08170843*** dan Kepala Seksi Penerangan Hukum KejatiJatim Romy Arizyanto melalui ponselnya 085311616*** belum memberikan keteranganlebih lanjut